Sebaliknya, euro melemah 0,07 persen dan franc Swiss turun 0,01 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih akan menghadapi tekanan dari faktor domestik maupun eksternal.

Meski demikian, sanksi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta proses dengar pendapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dinilai berpotensi membantu memulihkan kepercayaan pasar.

"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan internal maupun eksternal, walau sanksi OJK serta hearing BEI mungkin dapat membantu memulihkan kepercayaan pasar," ujar Lukman kepada NadiKabar.com.