Adapun mata uang utama negara maju kompak melemah. Euro Eropa turun 0,08 persen, poundsterling Inggris terkoreksi 0,01 persen, dolar Australia melemah 0,05 persen, dolar Kanada turun 0,02 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,07 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring meningkatnya sentimen penghindaran risiko atau risk-off di pasar global.

Sentimen tersebut berkaitan dengan perkembangan sektor kecerdasan buatan (AI) serta respons negatif investor terhadap hasil pemilu paruh waktu Amerika Serikat (AS).