"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk-off global terkait AI dan respons negatif investor terhadap hasil pemilu paruh waktu AS. Namun, pelemahan rupiah kemungkinan akan terbatas oleh dukungan data produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang lebih kuat dari perkiraan dan dirilis pada Kamis," ujar Lukman kepada NadiKabar.com.

Menurutnya, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ketenagakerjaan AS atau Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat malam.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.050 hingga Rp18.150 per dolar AS.