Sementara itu, mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi. Euro Eropa menguat 0,35 persen, poundsterling Inggris naik 0,19 persen, dolar Kanada terapresiasi 0,01 persen, dan franc Swiss menguat 0,39 persen. Di sisi lain, dolar Australia melemah 0,15 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS seiring sikap hati-hati investor pada pekan yang diwarnai penantian terhadap sejumlah data ekonomi domestik dan global serta pemilu legislatif paruh waktu Amerika Serikat.

"Rupiah ditutup melemah tipis terhadap dolar AS, mencerminkan kehati-hatian investor pada pekan yang diwarnai penantian terhadap data ekonomi domestik maupun global serta pemilu legislatif paruh waktu AS," ujar Lukman kepada NadiKabar.com.