Sementara itu, won Korea Selatan menjadi satu-satunya mata uang Asia yang melemah, yakni sebesar 0,07 persen.
Adapun mata uang utama negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Euro Eropa menguat 0,09 persen, dolar Australia naik 0,13 persen, dolar Kanada terapresiasi 0,19 persen, dan franc Swiss menguat 0,06 persen. Sementara itu, pound sterling Inggris bergerak datar.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah menguat terhadap dolar AS ditopang sentimen positif dari dalam dan luar negeri. Sentimen tersebut muncul di tengah penurunan tajam harga minyak mentah dunia yang dipicu harapan tercapainya perdamaian di Timur Tengah.