Pergerakan mata uang negara maju juga bervariasi. Dolar Australia menguat 0,42 persen dan dolar Kanada terapresiasi 0,34 persen terhadap dolar AS. Sebaliknya, euro melemah 0,29 persen, poundsterling Inggris turun 0,08 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,09 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi sentimen penghindaran risiko (risk-off) dan aliran keluar dana asing dari pasar domestik.
"Rupiah ditutup melemah terhadap dolar AS, masih tertekan oleh sentimen risk-off dan arus keluar dana asing dari pasar domestik. Dolar AS sendiri terpantau rebound akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta perang Rusia-Ukraina," ujar Lukman kepada NadiKabar.com.