Laporan mengenai opsi militer AS terhadap Iran kembali memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi eskalasi konflik.
"Pasar kembali bergejolak setelah muncul laporan mengenai opsi militer Amerika Serikat terhadap Iran. Perkembangan ini meredupkan harapan penyelesaian diplomatik dan meningkatkan ketidakpastian di pasar global," ujar Ibrahim dalam keterangannya, Jumat (30/10).
Selain itu, Ibrahim menyoroti data ekonomi AS yang menunjukkan inflasi inti berdasarkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) naik 0,3 persen secara bulanan dan 3,1 persen secara tahunan pada September.
Ekonomi AS juga tumbuh 3,4 persen pada kuartal III 2026, lebih tinggi dari perkiraan pasar sebesar 3,2 persen.
Menurutnya, data tersebut memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve, pada Desember mendatang.