Di sisi lain, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi. Euro Eropa menguat 0,10 persen, dolar Australia naik 0,01 persen, dolar Kanada menguat 0,01 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,01 persen. Sebaliknya, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah akan dibuka relatif datar. Investor masih mencermati sejumlah data ekonomi domestik yang akan dirilis pada siang hari, termasuk inflasi dan neraca perdagangan.
"Rupiah diperkirakan dibuka datar, dengan investor menantikan serentetan data ekonomi domestik siang ini, di antaranya inflasi dan perdagangan," ujar Lukman kepada NadiKabar.com, Senin (2/11).