Lukman mengatakan penurunan harga minyak mentah dunia di tengah harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang Amerika Serikat dan Iran berpotensi memberikan dukungan bagi rupiah. Namun, sentimen domestik masih cenderung lemah akibat aksi jual investor asing di pasar saham.

"Harga minyak mentah dunia yang turun seiring harapan perundingan damai untuk mengakhiri perang AS-Iran dapat mendukung rupiah. Namun, sentimen domestik umumnya masih lemah akibat aksi jual investor asing di pasar ekuitas," katanya.

Ia memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.