Adapun mata uang utama negara maju juga bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Dolar Australia menguat 0,22 persen. Sebaliknya, dolar Kanada melemah 0,07 persen, franc Swiss turun 0,08 persen, poundsterling Inggris terdepresiasi 0,05 persen, dan euro Eropa melemah 0,01 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi melemah di tengah penguatan indeks dolar AS menjelang pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu malam waktu setempat.