"Rupiah diperkirakan masih berpotensi melemah di tengah kenaikan indeks dolar AS akibat antisipasi sikap hawkish The Fed dalam pertemuan FOMC malam ini. Harga minyak yang masih tinggi dan aksi jual bersih investor asing di pasar saham domestik juga masih membebani rupiah," ujarnya kepada NadiKabar.com.

Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp18.100 hingga Rp18.200 per dolar AS pada perdagangan hari ini.