Sementara itu, pergerakan mata uang utama negara maju bervariasi terhadap dolar AS. Euro melemah 0,02 persen, sedangkan poundsterling Inggris menguat 0,01 persen dan dolar Australia terapresiasi 0,08 persen.

Dolar Kanada juga menguat 0,16 persen, diikuti franc Swiss yang naik 0,02 persen terhadap dolar AS.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah berpotensi menguat seiring pelemahan dolar AS setelah hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC). Meski demikian, pergerakan pasar saham domestik masih menjadi perhatian investor.