Sementara itu, seluruh mata uang utama negara maju kompak melemah. Euro Eropa dan poundsterling Inggris masing-masing turun 0,03 persen. Dolar Australia terkoreksi 0,07 persen, dolar Kanada melemah 0,05 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,10 persen.

Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas, dengan peluang penguatan yang cenderung terbatas. Salah satu faktor pendukungnya adalah penurunan harga minyak mentah dunia di tengah harapan pembicaraan damai di Timur Tengah.

"Rupiah diperkirakan masih berfluktuasi dalam rentang ketat, dengan potensi menguat terbatas didukung oleh penurunan harga minyak mentah dunia yang cukup besar di tengah harapan pembicaraan damai di Timur Tengah," ujar Lukman kepada NadiKabar.com, Rabu (3/11).