NADIKABAR.COM — Mengikuti pelatihan bisnis menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya. Hal ini dirasakan oleh peserta Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 by GROW with RupiahCepat.

Beberapa di antaranya yaitu Siti Nurul Hidayah, pemilik Dapoer Katuyung dari Martapura, Kalimantan Selatan, dan Soffariati Ummi Rosyidah, pemilik Nyambelin dari Malang, Jawa Timur.

Setelah mengikuti rangkaian pembekalan dan pendampingan bisnis, keduanya terpilih mewakili komunitas UMKM RupiahCepat dalam Pameran Financial Expo (FinExpo) yang menjadi bagian dari Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026, diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung pada 29 Oktober-1 November 2026.

Keikutsertaan dalam pameran tersebut memberikan kesempatan bagi kedua womenpreneur untuk memperkenalkan produk secara langsung kepada masyarakat, menjangkau calon konsumen baru, serta membangun jejaring dengan pelaku usaha dan pemangku kepentingan lainnya.

"Kesempatan mengikuti Pameran FinExpo BIK OJK 2026 menjadi pengalaman berharga bagi Dapoer Katuyung dari Martapura, Kalimantan Selatan untuk memperkenalkan produk kepada pasar yang lebih luas. Kami juga berkesempatan bertemu dengan calon konsumen dan mengenalkan produk secara langsung. Saya berharap pengalaman ini dapat membuka peluang baru bagi perkembangan usaha kami," ujar Siti Nurul Hidayah dalam keterangan tertulis, Jumat (6/11/2026).

Kesempatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 yang diselenggarakan RupiahCepat melalui inisiatif GROW with RupiahCepat.

Program ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM perempuan meningkatkan kapasitas bisnis, memperkuat strategi pemasaran, serta mengoptimalkan potensi usaha agar mampu berkembang.

Sementara itu, Soffariati mengaku merasakan manfaat dari pembekalan yang diberikan. Menurutnya materi dan pendampingan selama bootcamp membantunya mengevaluasi kembali strategi bisnis, terutama dalam pemasaran digital.

"Saya bisa menerapkan pembelajaran yang diperoleh untuk mengoptimalkan toko online dan menyusun strategi konten yang lebih efektif. Pengalaman mengikuti program ini juga memberikan perspektif baru untuk mengembangkan usaha ke depannya," ujar Soffariati.

Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat), Anna Maria Chosani, menyampaikan bahwa peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu diikuti dengan dukungan nyata agar mereka dapat mengembangkan bisnisnya.

"Womenpreneurship Business Bootcamp merupakan salah satu program CSR kami di bawah inisiatif GROW with RupiahCepat. Melalui program ini, kami ingin membantu womenpreneurs meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri dalam mengelola serta mengembangkan usahanya," ujar Anna.

Program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 dimulai pada Agustus 2026 dan berhasil menjaring lebih dari 270 pendaftar dari 24 provinsi. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 30 womenpreneur dari 14 provinsi terpilih mengikuti rangkaian bootcamp pada September hingga Oktober 2026.

Selama program berlangsung, peserta mengikuti empat sesi pelatihan daring yang mencakup Business Model Canvas, pengelolaan operasional usaha, optimasi marketplace, serta strategi pemasaran digital dan iklan digital.

Pembekalan tersebut menghadirkan praktisi di bidang kewirausahaan dan pemasaran digital, yaitu Perry Primanda dan Nugraha Andaf.

Untuk memperkuat penerapan materi, peserta juga memperoleh pendampingan berkala melalui WhatsApp, konsultasi bisnis privat melalui Zoom, serta edukasi literasi keuangan dari RupiahCepat mengenai pemanfaatan layanan keuangan digital yang legal, aman, dan bertanggung jawab.

Melalui rangkaian pembelajaran tersebut, peserta didorong untuk menerapkan strategi bisnis yang lebih terarah, mulai dari menata toko daring, menyusun strategi konten, hingga menentukan kanal pemasaran dan afiliator yang sesuai dengan kebutuhan usaha.

RupiahCepat Salurkan Bantuan Pengembangan Usaha kepada 10 WomenpreneursSebagai bentuk dukungan lanjutan terhadap pengembangan bisnis peserta, RupiahCepat juga menyalurkan dana bantuan pengembangan usaha senilai lebih dari Rp 30 juta kepada 10 womenpreneur terpilih.

Penerima bantuan ditentukan berdasarkan hasil evaluasi akhir program, termasuk kemampuan peserta dalam menyusun rencana pengembangan bisnis yang konkret dan aplikatif.

1. Aleta Puling, pemilik Almerani, asal Kupang, Nusa Tenggara Timur.2. Azzahra Putri Wahyudi, pemilik Wawind, asal Kabupaten Bandung, Jawa Barat3. Kayla Jasmine Panataran, pemilik Wikrama, asal Sleman, DI Yogyakarta4. Novi Risdayanti, pemilik Doyami, asal Palembang, Sumatera Selatan5. Novita Wisudawati, pemilik Pak Ombak, asal Pekanbaru, Riau6. Olya Widowati Putri, pemilik deLollie, asal Gunungkidul, DI Yogyakarta7. Siti Nurul Hidayah, pemilik Dapoer Katuyung, asal Martapura, Kalimantan Selatan8. Soffariati Ummi Rosyidah, pemilik Nyambelin, asal Malang, Jawa Timur9. Tiurlan Anne Frida S, pemilik GKN Jahe Merah, asal Medan, Sumatera Utara10. Umi Rohana, pemilik Rehana Melodi, asal Batu, Jawa Timur.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu para penerima merealisasikan rencana bisnis yang telah disusun selama bootcamp, baik untuk meningkatkan kapasitas operasional maupun memperkuat strategi pemasaran dan pengembangan produk.

Program Womenpreneurship Business Bootcamp 2026 menjadi bagian dari komitmen RupiahCepat melalui GROW with RupiahCepat dalam mendukung literasi keuangan dan pemberdayaan masyarakat, khususnya pelaku UMKM perempuan.

Melalui peningkatan kapasitas bisnis, pendampingan, bantuan pengembangan usaha, serta kesempatan memperluas akses pasar, RupiahCepat berharap semakin banyak womenpreneur yang mampu mengembangkan potensi bisnis dan membangun usaha yang berdaya saing.