"Kita kan harus duduk bersama dulu, semua ADG lengkap kita. Kita pembagian bidang dulu nih, karena kalau di Bank Indonesia kan masing-masing ADG punya bidang-bidang yang akan dibawahi," kata Destry usai rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Destry menjelaskan penetapan struktur pembidangan ini penting agar pelaksanaan tugas dan fungsi pengawasan di BI dapat langsung berjalan efektif. Meski tentu dalam pelaksanaannya pembagian fokus pembidangan tugas ini dapat berganti sesuai kebutuhan dan kondisi yang ada.

"Itu sifatnya nggak statis. Karena nanti kita bisa akan tukar, berapa tahun sekali mungkin kita tukar. Jadi misalnya pembidangan tuh kayak 'oh siapa yang pegang kebijakan ekonomi moneter, siapa yang makroprudensial, siapa yang pendalaman pasar keuangan', dan seterusnya," jelasnya.