NADIKABAR.COM — Pasar global anjlok setelah kejatuhan Wall Street menghapus sekitar USD 2,5 triliun (sekitar Rp 45 ribu triliun) nilai pasar hari Kamis waktu setempat, di tengah kekhawatiran bahwa kemenangan Partai Demokrat dalam pemilihan sela dapat menghambat perkembangan AI.
Di Asia, seperti dikutip NadiKabar dari NadiKabar, indeks Kospi Korea Selatan anjlok hampir 9% pada pembukaan pasar hari Jumat, sehingga memicu penghentian perdagangan di bursa selama 20 menit.
Indeks Nasdaq yang sarat teknologi mengalami hari terburuk sejak April 2025, ketika Presiden Donald Trump mengumumkan tarif global. Aksi jual hari Kamis meluas ke indeks lain, dengan S&P 500 dan Dow sama-sama mencatatkan hari terburuk sejak April 2025.
Faktor utama aksi jual adalah kemenangan gubernur Texas dari Partai Demokrat. Negara bagian tersebut memainkan peran krusial dalam mempercepat kemajuan AI, di mana perusahaan seperti Google, Meta, Oracle, dan OpenAI melakukan investasi besar-besaran di data center di sana.
Gubernur Texas terpilih, Gina Hinojosa, berkampanye untuk moratorium data center dan menghapus insentif pajak tertentu bagi perusahaan yang membangun data center di sana.
Saham-saham pembuat chip serta perusahaan infrastruktur penunjang dari pembangunan dan ledakan AI banyak dilego, di saat investor mempertimbangkan implikasi kemenangan Partai Demokrat di negara bagian seperti Texas yang menjadi pusat bagi rencana pembangunan data center.
Di sisi lain, meski data center semakin esensial untuk menggerakkan segalanya, mulai dari AI hingga internet yang lebih luas, laju pembangunan gila-gilaan menimbulkan pertanyaan tentang apakah perusahaan membangun infrastruktur secara berlebihan.
Ed Yardeni, pengamat pasar dan presiden Yardeni Research, melihat hikmah di balik kemunduran perdagangan AI dan kendala pembangunan data center ini.
"Kita memang butuh perlambatan. Sebelumnya, sektor ini terlalu hingar-bingar dan spekulatif. Kini kita membiarkan angin keluar dari gelembung AI. Lebih baik membiarkan angin keluar ketimbang membiarkannya meletus," papar dia.