NADIKABAR.COM — Saham harga 1 rupiah resmi berlaku hari ini. Sejumlah emiten menunjukkan gejolak. Indeks Harga Saham Gabungan juga menunjukkan pelemahan pada pembukaan perdagangan. Seperti ditulis NadiKabar merujuk pada data RTI, IHSG dibuka di zona merah ke level 6.209. Dengan berlakunya harga saham terendah ini, maka secara otomatis harga saham minimal Rp 50 secara otomatis luruh.

"Terkait dengan perubahan I-X tersebut, dan berkenaan dengan pencabutan ketentuan harga minimum Rp 50 menjadi Rp 1 maka saham-saham yang terkena kriteria 1, 6, 7, dan 10 tanpa adanya kriteria lainnya, akan dipindahkan ke dalam papan continuous auction (pasar reguler) per tanggal 28 September 2026," kata Direktur Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Irvan Susandy dalam keterangannya, dikutip Senin (27/9).

Merangkum NadiKabar, setidaknya ada 14 emiten yang serempak turun harga di kisaran 14 persen. GOTO, sebagai satu dari keempat belas emiten tersebut kini berada di level 43 per saham. Angka ini dinilai mendekati Auto Reject Bawah (ARB). terkait hal ini, BEI juga membuat tata aturan baru terkait ARB dan ARA. Berlaku mulai Senin (28/9/2026), saham dengan harga Rp 1-10 memiliki batas ARA dan ARB masing-masing sebesar Rp 1. Sementara untuk saham dengan harga di atas Rp 10, ketentuan ARB asimetris sebesar 15% masih berlaku hingga 31 Desember 2026.

Sementara itu, saham di atas Rp. 10 hingga di bawah Rp 200, akan memperoleh ARA 35% dan ARB 15%. Ketentuan ARA 25% dan ARB 15% diberlakukan untuk saham bernilai Rp 200 hingga Rp 5.000. Selain itu, saham bernilai lebih dari Rp 5.000 akan memiliki ARA 20% dengan ARB yang sama dengan harga lainnya.

Sejumlah pihak, khususnya para investor ritel memiliki pandangan yang terbelah dalam melihat aturan baru tersebut. Seperti diulas dalam Kabar Sore sebelumnya, turunnya harga saham ke level terendah di angka Rp 1 akan memicu gelombang spekulasi yang kuat. Di lain pihak, perubahan aturan ini dinilai dapat menggerakkan perputaran saham yang lama bertengger di level Rp 50 atau gocap.

Pada regulasi terbaru ini, apa perubahan paling besar yang terjadi dari sisi perilaku investor dan mekanisme perdagangan? Simak diskusinya dalam Kabar Sore!

Timnas Indonesia kembali melakoni laga kedua FIFA ASEAN Cup 2026. Mereka akan menghadapi Malaysia pada Senin (28/09/2026). Seperti ditulis NadiKabar, pertandingan ini dinilai sebagai 'final' untuk menentukan juara Grup A. Pada pertandingan sebelumnya Harimau Malaya terlihat percaya diri setelah mengalahkan Bangladesh dengan skor 3-0. Penggawa Malaysia, Manuel Hidalgo, mengungkapkan bahwa tim asuhan Tan Cheng Hoe tidak takut dengan Tim Merah Putih.

"Kami tidak takut kepada siapa pun, dan kami akan terus melangkah untuk meraih apa yang kami inginkan. Itulah mengapa kami datang ke Jakarta, untuk bermain di pertandingan-pertandingan seperti ini," kata Hidalgo dilansir dari NadiKabar.

Indonesia mempunyai reputasi besar di FIFA ASEAN Cup 2026. Selain berposisi sebagai tuan rumah, skuad Garuda juga diisi banyak pemain top. Apalagi pasukan John Herdman memiliki nilai pasar tertinggi di kompetisi ini. Nilai skuad sebesar Rp 377 miliar menjadi angka termahal di antara delapan tim peserta Premier Division FIFA ASEAN Cup 2026.

Mampukah John Herdman memaksimalkan skuadnya di pertandingan menghadapi Malaysia? Atau apakah Malaysia bisa keluar dari tekanan tuan rumah? Simak diskusinya dalam d'Hattrick!

Simak berita terbaru dan menarik NadiKabar lainnya dalam Kabar Sore. Kabar Sore, Nggak Cuma Hore-hore!