NADIKABAR.COM — High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan saham yang terkonsentrasi pada segelintir pihak, tidak selalu bermakna negatif. Kepemilikan yang terkonsentrasi dapat mencerminkan loyalitas pemegang saham pengendali terhadap perusahaan.

Pengamat Pasar Modal, Hans Kwee, menilai pemegang saham pengendali biasanya memiliki keyakinan kuat terhadap prospek bisnis emiten yang mereka kendalikan dan berkomitmen mendukung pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

"Dari sudut pandang fundamental dan komitmen korporasi, kepemilikan saham yang dominan oleh grup pengendali/afiliasi memperlihatkan tingkat kepercayaan dan komitmen jangka panjang yang sangat kuat dari pendiri terhadap prospek bisnisnya," terangnya kepada NadiKabar, dikutip Sabtu (24/10/2026).

Setidaknya terdapat dua sisi yang perlu ditimbang investor terkait hal ini. Hans menilai, pengendali yang tidak melepas kepemilikan sahamnya menunjukkan keyakinan terhadap nilai fundamental dan prospek jangka panjang perusahaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan harga saham di pasar saat ini.

Selain itu, perusahaan yang berada di bawah kendali konglomerasi besar cenderung memiliki dukungan modal yang kuat, akses pendanaan yang lebih luas, dan kemampuan menjaga keberlangsungan operasional bisnis.

"Mereka berkomitmen menjaga keberlangsungan ekspansi bisnis perusahaan secara jangka panjang. Dukungan modal yang kuat, perusahaan dengan jangkar pengendali konglomerasi besar cenderung memiliki ketahanan finansial yang sangat solid, akses pendanaan yang kuat, serta tata kelola operasi yang terjaga," terang Hans.

Namun begitu, Hans mengingatkan tantangan dibalik saham-saham HSC. Pasalnya, saham-saham kategori ini memiliki porsi saham terbatas untuk diperdagangkan publik (effective free float). Hal tersebut membuat frekuensi dan volume transaksi harian saham cenderung lebih rendah.