"Kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan ketahanan fundamental bisnis Samator Indo Gas. Pertumbuhan laba kotor dan EBITDA, disertai kenaikan laba bersih, mencerminkan upaya kami memperkuat kinerja operasional secara konsisten," ujar Direktur Utama Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
"Sejalan dengan komitmen Empowering Industry, Enriching Lives, kami tidak hanya memasok gas, tetapi juga menghadirkan solusi untuk kebutuhan pelanggan dan tantangan nasional. Di antaranya, penerapan teknologi oxyfuel burner bagi industri kaca dan keramik yang menghadapi keterbatasan pasokan gas alam, serta penyediaan dry ice kepada BMKG untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," imbuhnya.
Selain itu, Samator terus menjaga keandalan pasokan gas industri untuk mendukung sektor kesehatan serta industri strategis nasional, mulai dari manufaktur hingga pengolahan logam dan elektronik.
Upaya ini diperkuat melalui penerapan prinsip Safety, Health and Environment (SHE), prosedur kerja terstandarisasi, serta budaya keselamatan di setiap lini operasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengujian hidrostatis 100% pada seluruh tabung Samator guna memastikan kepatuhan standar keselamatan tertinggi.
Kepercayaan pelanggan juga tercermin dari perpanjangan kontrak jangka panjang dengan sejumlah perusahaan PMA dan PMDN. Didukung oleh kontrak on-site, skema minimum take-or-pay, serta jaringan layanan kesehatan yang luas, Samator memiliki fondasi pendapatan yang kuat dan berkelanjutan.
Di tengah kenaikan biaya operasional, Perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas melalui penyesuaian harga yang terukur. Memasuki kuartal terakhir 2026, Perseroan optimistis mempertahankan momentum pertumbuhan, memperkuat kemitraan strategis dengan pelanggan, serta terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Struktur Keuangan Semakin Solid, Rasio Utang terhadap EBITDA Menurun
Samator terus menjaga kesehatan neraca keuangan Perseroan. Rasio kecukupan EBITDA terhadap beban bunga (EBITDA to Interest Expense Coverage) meningkat menjadi 3,1x (9M25: 2,7x), mencerminkan kapasitas Perseroan yang sangat memadai dalam memenuhi kewajibannya.
Sementara itu, rasio Utang Bersih terhadap EBITDA (Net Debt to EBITDA) membaik menjadi 3,45x (9M25: 3,94x) yang didorong oleh ekspansi EBITDA yang solid sebesar 11%, diimbangi dengan perolehan arus kas operasional yang stabil serta inisiatif penurunan tingkat utang (deleveraging) yang berkelanjutan.