NADIKABAR.COM — PT Samator Indo Gas Tbk (Samator; IDX: AGII), mengumumkan laporan keuangan konsolidasi untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 (9M26). Dalam periode tersebut, Samator mencatatkan peningkatan margin secara konsisten, dengan laba bersih melonjak hampir 80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY).
Pencapaian ini ditopang oleh kinerja kuartal terkuat sepanjang 2026, dengan laba bersih mencapai Rp46,9 miliar atau tumbuh 18,2% secara tahunan (YoY), serta EBITDA sebesar Rp229,3 miliar atau naik 12,1% (YoY). Sementara itu, pendapatan Perseroan meningkat 7,5% (YoY) menjadi Rp2,38 triliun, didorong oleh penerapan teknologi mutakhir seperti oxyfuel burner dan pertumbuhan volume penjualan yang konsisten di pasar-pasar utama.
Angka ini juga menunjukkan Perseroan tetap konsisten bertumbuh sesuai target yakni di level 1-1,5 kali pertumbuhan PDB nasional, sekaligus mencerminkan peran strategis Perseroan sebagai mitra strategis yang mendukung agenda prioritas pemerintah dengan menopang sektor industri dan kesehatan di tengah resiliensi ekonomi Indonesia.
Pertumbuhan pendapatan tersebut diimbangi dengan pengendalian biaya yang disiplin. Beban pokok penjualan tercatat hanya naik 4,34%, jauh lebih rendah dari laju pertumbuhan pendapatan.
Hasilnya, laba kotor Perseroan terangkat 11,2% menjadi Rp1,13 triliun, dengan ekspansi margin laba kotor dari 46,0% pada 9M25 menjadi 47,6%. Penguatan profitabilitas ini ditopang oleh operating leverage serta efisiensi biaya pabrik, khususnya penurunan biaya listrik dan tenaga kerja per unit.
Di tengah peningkatan aktivitas penjualan dan distribusi di pasar-pasar utama, beban usaha tetap terkendali dengan kenaikan 8,4% YoY melalui disiplin pengelolaan biaya non-esensial. Pengendalian biaya yang disertai penguatan profitabilitas turut mendorong laba bersih Perseroan melonjak 79% YoY menjadi Rp114,3 miliar, dari Rp63,9 miliar pada 9M25.
Laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga tumbuh 82% menjadi Rp110,3 miliar, dibandingkan Rp60,6 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini semakin diperkuat oleh penurunan beban keuangan bersih seiring berkurangnya saldo pinjaman (deleveraging) serta meningkatnya pendapatan bunga dari pengelolaan kas yang optimal.
Manajemen : Strategi Efisiensi dan Optimalisasi Operasional Dorong Pertumbuhan Laba
Samator Indo Gas mencatatkan kinerja keuangan yang positif, ditandai dengan pertumbuhan laba dan EBITDA dibanding periode yang sama tahun lalu.
"Kinerja positif selama sembilan bulan pertama 2026 menunjukkan ketahanan fundamental bisnis Samator Indo Gas. Pertumbuhan laba kotor dan EBITDA, disertai kenaikan laba bersih, mencerminkan upaya kami memperkuat kinerja operasional secara konsisten," ujar Direktur Utama Samator Indo Gas, Rachmat Harsono, dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).
"Sejalan dengan komitmen Empowering Industry, Enriching Lives, kami tidak hanya memasok gas, tetapi juga menghadirkan solusi untuk kebutuhan pelanggan dan tantangan nasional. Di antaranya, penerapan teknologi oxyfuel burner bagi industri kaca dan keramik yang menghadapi keterbatasan pasokan gas alam, serta penyediaan dry ice kepada BMKG untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," imbuhnya.
Selain itu, Samator terus menjaga keandalan pasokan gas industri untuk mendukung sektor kesehatan serta industri strategis nasional, mulai dari manufaktur hingga pengolahan logam dan elektronik.
Upaya ini diperkuat melalui penerapan prinsip Safety, Health and Environment (SHE), prosedur kerja terstandarisasi, serta budaya keselamatan di setiap lini operasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengujian hidrostatis 100% pada seluruh tabung Samator guna memastikan kepatuhan standar keselamatan tertinggi.
Kepercayaan pelanggan juga tercermin dari perpanjangan kontrak jangka panjang dengan sejumlah perusahaan PMA dan PMDN. Didukung oleh kontrak on-site, skema minimum take-or-pay, serta jaringan layanan kesehatan yang luas, Samator memiliki fondasi pendapatan yang kuat dan berkelanjutan.
Di tengah kenaikan biaya operasional, Perseroan tetap mampu menjaga profitabilitas melalui penyesuaian harga yang terukur. Memasuki kuartal terakhir 2026, Perseroan optimistis mempertahankan momentum pertumbuhan, memperkuat kemitraan strategis dengan pelanggan, serta terus menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
Struktur Keuangan Semakin Solid, Rasio Utang terhadap EBITDA Menurun
Samator terus menjaga kesehatan neraca keuangan Perseroan. Rasio kecukupan EBITDA terhadap beban bunga (EBITDA to Interest Expense Coverage) meningkat menjadi 3,1x (9M25: 2,7x), mencerminkan kapasitas Perseroan yang sangat memadai dalam memenuhi kewajibannya.
Sementara itu, rasio Utang Bersih terhadap EBITDA (Net Debt to EBITDA) membaik menjadi 3,45x (9M25: 3,94x) yang didorong oleh ekspansi EBITDA yang solid sebesar 11%, diimbangi dengan perolehan arus kas operasional yang stabil serta inisiatif penurunan tingkat utang (deleveraging) yang berkelanjutan.
Samator Optimistis Lanjutkan Pertumbuhan Profitabel hingga Akhir 2026
Dengan lonjakan laba bersih 9M26 yang mencapai hampir 80% YoY ditopang oleh pertumbuhan EBITDA dua digit yang solid, Perseroan optimistis memasuki penghujung tahun dengan dorongan kinerja operasional dan keuangan yang kuat.
Perseroan tetap jelas yakni melayani pertumbuhan permintaan struktural di sektor kesehatan dan industri utama, mempertahankan keunggulan operasional secara ketat di seluruh rantai nilai, serta berinvestasi secara terukur dalam penambahan kapasitas berorientasi kontrak. Perseroan optimistis dapat melanjutkan pertumbuhan yang profitabel hingga akhir tahun 2026.
● Penjualan Bersih : IDR 2,38 triliun, naik 7,5% YoY (9M25: IDR 2,21 triliun).
● Laba Kotor : IDR 1,13 triliun, naik 11,2% YoY (9M25: Rp1,02 triliun); margin laba kotor meningkat 158 basis poin menjadi 47,6%.
● EBITDA Terlaporkan : IDR 709,4 miliar, naik 10,7% YoY (9M25: IDR 640,8 miliar); Marjin EBITDA 29,9%.
● EBITDA Disesuaikan : IDR 704,8 miliar, meningkat 12,4% YoY (9M25: IDR 627,2 miliar), di luar pos non-rutin bersih sebesar Rp4,6 miliar.
● Laba Bersih : IDR 114,3 miliar, naik 79% YoY (9M25: IDR 63,9 miliar); laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk: Rp110,3 miliar, naik 82% secara tahunan dari Rp60,6 miliar.