Fitur tersebut memerlukan perangkat Galaxy AI yang kompatibel, aplikasi Samsung Voice Recorder dan Bixby, serta pengaturan gestur terlebih dahulu.

Menariknya, Galaxy Buds On turut mendukung Head Gestures. Pengguna dapat mengangguk untuk menerima panggilan atau menggeleng untuk menolaknya. Gerakan kepala juga bisa digunakan untuk memeriksa notifikasi pesan dan menghentikan alarm.

Integrasi AI ini menjadi nilai tambah Galaxy Buds On. Earbuds tidak hanya berfungsi untuk mendengarkan musik, tetapi juga sebagai perangkat pendamping produktivitas. Meski begitu, kemampuan AI yang tersedia tetap bergantung pada kompatibilitas perangkat Galaxy yang digunakan.

Samsung Galaxy Buds On dijual di Korea Selatan seharga 299.000 won atau sekitar Rp 4 jutaan. Perangkat ini tersedia dalam warna Black melalui Samsung.com, toko online, dan jaringan Samsung Store.

Samsung juga menawarkan dua kupon diskon aksesori sebesar 30% bagi konsumen Korea Selatan yang membeli Galaxy Buds On selama periode 27 Oktober hingga 30 November 2026.

Selain itu, Galaxy Buds On kompatibel dengan aksesori Galaxy Buds4 Series sehingga pengguna bisa mempercantik casing pengisian daya sesuai selera.

Untuk Indonesia, kemunculan Galaxy Buds On dengan nomor model SM-U600 di database SDPPI Komdigi menjadi sinyal kuat perangkat ini sedang dipersiapkan untuk pasar domestik.

Kendati demikian, sertifikasi tersebut belum memastikan kapan Galaxy Buds On akan mulai dijual di Indonesia. Samsung juga belum mengungkap harga resminya di Tanah Air.