Sementara kategori D3/D4/S1 dimenangkan tim I-Seung dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) lewat NovaSight, aplikasi pembelajaran matematika berbasis AI untuk siswa tunanetra.

NovaSight memiliki lima fitur, yakni Annoter, Scriber, Clarifier, Quizzer, dan Evaluator. Fitur tersebut membantu mengubah materi visual menjadi narasi, mencatat langkah perhitungan, menjelaskan soal melalui chatbot AI, serta memudahkan guru mengevaluasi pembelajaran.

Dalam pengujian awal yang dipaparkan tim, siswa tunanetra mampu mengerjakan sekitar 80% soal secara mandiri menggunakan NovaSight.

Head of Product Integration Group Samsung R&D Institute Indonesia, Banu Ahwan Pribadi, menilai inovasi harus berangkat dari kebutuhan masyarakat.

"Yang kami butuhkan adalah talenta-talenta yang tidak hanya pandai, tetapi juga memiliki kemampuan untuk membaca dan peka terhadap permasalahan yang ada di masyarakat," ujarnya.