Sementara itu Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Assoc. Prof. Suparto, mendorong kampus mengakui inovasi mahasiswa sebagai bagian pembelajaran.

"Saya berharap perguruan tinggi dapat memberikan rekognisi akademik dalam bentuk pengakuan SKS, misalnya, sesuai dengan capaian pembelajaran dan ketentuan akademik yang berlaku," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Asep Sukmayadi dari Direktorat SMA Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah turut mengapresiasi inovasi pelajar yang dinilainya berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

"Kalau Samsung menyampaikan Solve for Tomorrow, saya ingin mengatakan, but tomorrow is now," ujar Asep.

Samsung berharap kedua inovasi terus dikembangkan agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.