Menariknya, Samsung turut menonjolkan My FanCam, Horizontal Lock, dan Photo Assist. Ketiganya dirancang untuk memberikan lebih banyak kebebasan dalam menangkap, menyempurnakan, hingga membagikan konten.

Menurut Harry, meningkatnya penggunaan fitur kreatif tidak berarti konsumen harus memilih antara kemampuan kamera dan AI. Kamera menangkap momen, sedangkan AI membantu menyempurnakan hasilnya dengan lebih sedikit langkah.

"Kamera memberikan kemampuan untuk menangkap momen, sementara AI membantu pengguna mendapatkan hasil yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak langkah dan proses," ujarnya.

Samsung melihat AI semakin bernilai ketika mampu membuka lebih banyak kemungkinan dari hardware yang sudah dimiliki pengguna. Karena itu, perusahaan berusaha membuat kemampuan kamera dan AI bekerja bersama, bukan sebagai dua fitur yang berdiri sendiri.

"Bagi kami, inovasi bukan tentang membuat pengguna memilih antara hardware atau AI, tetapi membuat keduanya bekerja bersama untuk memperluas apa yang dapat mereka lakukan," kata Harry.