Bos Samsung Indonesia ini menambahkan fitur AI kini semakin mudah ditemukan di berbagai merek smartphone. Menurutnya, pembeda bukan lagi sekadar banyaknya kemampuan AI yang ditawarkan, melainkan seberapa relevan teknologi tersebut dalam keseharian pengguna.
"Di tengah AI yang semakin mudah diakses, diferensiasi bukan lagi tentang siapa yang memiliki AI paling banyak, tetapi siapa yang mampu membuat AI paling relevan bagi kehidupan pengguna," kata Harry.
Samsung berupaya menempatkan Galaxy AI di dalam pengalaman yang sudah familiar bagi pengguna. Harry mencontohkan Now Nudge, Circle to Search, dan Gemini Live sebagai implementasi pendekatan tersebut.
Perusahaan ingin kemampuan AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga memahami konteks dan membantu pengguna mengambil tindakan yang relevan.
"Kami ingin AI menjadi teknologi yang bekerja di balik layar, sehingga yang dirasakan pengguna bukan kompleksitasnya, tetapi manfaatnya," pungkas Harry.