Namun, wewenang luas untuk mengenakan tarif itu memicu perpecahan yang jarang terjadi di kalangan Partai Demokrat. Mereka umumnya mendukung Ukraina namun enggan memberikan wewenang perdagangan yang lebih luas kepada Trump.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya menyatakan bahwa pengesahan undang-undang tersebut memiliki makna simbolis dan menyampaikan terima kasih kepada para pembuat undang-undang AS.
Sementara pemerintah India pada hari Kamis (17/9) menyatakan akan terus membeli minyak "melalui diversifikasi sumber pasokan."
Penandatanganan RUU oleh Trump ini juga dilakukan sepekan sebelum jadwal pertemuannya dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Washington.