NADIKABAR.COM — Di sebuah ruang belajar pesantren, para santri yang biasanya berkutat dengan kitab kuning kini berhadapan dengan perangkat robotika, pemrograman, dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

​Mereka tidak hanya belajar memahami teks agama, tetapi juga berlatih memberi perintah kepada mesin, merancang aplikasi, serta merealisasikan gagasan menjadi karya nyata.

​Pemandangan ini bukan lagi sekadar bayangan tentang pendidikan masa depan. Pada Jumat (16/10/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pembelajaran AI dan robotika di Pondok Pesantren Darullughah Waddawa'ah (Dalwa), Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

​Dalam kunjungan tersebut, para santri memperlihatkan hasil praktik berupa pencetakan tiga dimensi (3D) dan aplikasi pengenalan wajah (face recognition) berbasis AI. Sehari kemudian, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasinya atas program tersebut sebagai langkah nyata memperluas penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) di lingkungan pesantren.