Di Pacitan, Pondok Pesantren Tremas juga mendapat perhatian melalui pengenalan kecerdasan artifisial (AI) dan robotika pada 30 April 2026. Kegiatan itu melibatkan 30 santri dan santriwati tingkat Madrasah Aliyah selama dua hari, dengan kurikulum robotika berbasis berpikir komputasional.
Pengalaman tersebut menunjukkan pendidikan teknologi mulai berkembang di pesantren. Namun, keberhasilannya tidak cukup diukur dari kecanggihan perangkat atau kunjungan pejabat.
Ukuran yang lebih penting ialah kemampuan santri memahami persoalan, menyusun langkah penyelesaian, menguji gagasan, dan menghasilkan karya bermanfaat.