NADIKABAR.COM — Lahan persawahan Kelompok Tani Setia Kawan di Desa Kampung Baru, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menjadi lokasi percontohan penerapan metode tanam padi Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS).

"Gerakan Tanam Serentak metode PM-AAS ini merupakan bagian dari program Kementerian Pertanian untuk mendorong penerapan budidaya padi modern di tingkat petani guna meningkatkan produksi sekaligus menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional," kata Ketua Tim Kerja Kabupaten Rejang Lebong dari Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBPMP) Provinsi Bengkulu, Didik Ari Supeno di Rejang Lebong, Senin.

Dia menjelaskan, kegiatan di Desa Kampung Baru tersebut merupakan pelaksanaan tahap kedua, setelah sebelumnya dilakukan penanaman secara swadaya untuk menguji keandalan metode PM-AAS dengan luasan lahan mencapai 2 hektare.

"Salah satu keunggulan utama metode PM-AAS adalah potensi peningkatan produktivitas padi hingga dua kali lipat, dari sebelumnya 4–5 ton per hektare menjadi 8–10 ton per hektare," ujar Didik.

Selain meningkatkan hasil panen, metode PM-AAS dirancang untuk menghemat waktu serta biaya budidaya, sekaligus meningkatkan indeks pertanaman menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun sesuai ketersediaan air dan kondisi lahan.