Didik menambahkan, peningkatan populasi tanaman menjadi faktor kunci dalam metode PM-AAS. Jika sebelumnya metode jajar legowo memiliki populasi terbatas, PM-AAS mampu meningkatkan populasi tanaman hingga dua kali lipat, sehingga satu kali tanam menghasilkan produksi yang setara dua kali penanaman metode biasa.

Program PM-AAS di Kabupaten Rejang Lebong ditargetkan mencakup areal seluas 883 hektare. Desa Kampung Baru dipilih karena memiliki hamparan persawahan yang luas dan potensial menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya dalam menerapkan teknologi pertanian modern.

Kementerian Pertanian menggelar gerakan tanam serentak secara berkala sejak April 2026 sebagai langkah menjaga kesinambungan produksi pangan nasional usai keberhasilan capaian swasembada beras pada 2025.

Menurut Didik, upaya mempertahankan swasembada pangan membutuhkan keterlibatan lintas sektor mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga petani.