"Kita menyadari bahwa ketika ada penanaman, nantinya akan ada panen. Karena itu, produksi harus terus dijaga agar mampu memenuhi kebutuhan nasional secara berkelanjutan," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Rejang Lebong, R. Ade Fitriyeni menyatakan komitmennya untuk melakukan pendampingan kepada kelompok tani melalui tenaga penyuluh.

"Gerakan tanam PM-AAS ini merupakan program nasional. Kami memberikan pendampingan serta menyalurkan bantuan sarana produksi dari Kementerian Pertanian berupa benih, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian," kata Ade.

Ia berharap kelompok tani di Kecamatan Selupu Rejang dapat memanfaatkan dukungan sarana produksi dan mengoptimalkan teknologi PM-AAS untuk memperkuat ketahanan pangan daerah serta menyokong swasembada beras nasional.