NADIKABAR.COM — Pencarian soal Times New Roman tahun berapa diciptakan sedang ramai ditelusuri di Google Search. Fakta sejarah soal font ini ternyata sangat menarik loh, pembaca.
Jadi begini ceritanya. Times New Roman hadir sebagai font ketika sebuah masalah muncul pada surat kabar 'The Times'. Stanley Morison, penasihat tipografi Monotype Corporation, mengkritik jenis huruf yang digunakan The Times saat itu karena dianggap kuno serta kurang nyaman dibaca.
Dari sana, Times menantang balik Morison untuk membuat font yang lebih baik.
Melansir tulisan yang dipublikasikan di New York Public Library pada Desember 2014, Morison dibantu oleh draftsman Victor Lardent. Tujuannya fokus untuk keterbacaan, menciptakan font yang efisien, serta memaksimalkan ruang pada sebuah baris.
Morison mencari inspirasi dari desain-desain huruf klasik. Ia menyukai tampilan jenis huruf modern bernama Plantin, yang didasarkan pada jenis huruf yang lebih tua, Gros Cicero, karya Robert Granjon. Istilah 'cicero' dalam Gros Cicero merupakan sebutan pada masa itu untuk ukuran huruf (saat ini, ukuran tersebut setara dengan 11,5 poin) sementara 'gros' merujuk pada proporsi huruf-hurufnya.
Demi mencapai efisiensi, Morison meningkatkan apa yang disebut sebagai 'x-height' (tinggi-x) pada huruf-huruf tersebut. Ini adalah jarak antara bagian atas dan bawah huruf kecil yang tidak memiliki bagian menjulang ke atas (ascender) atau menjulur ke bawah (descender), seperti pada huruf a, c, atau m.
Ia juga mengurangi 'tracking' atau jarak antarhuruf, untuk menciptakan jenis huruf yang lebih padat. Demi menjaga agar font tetap bisa dibaca, Morison harus mengubah bentuk huruf-huruf tersebut.
Bagian-bagian yang lebih tebal pada setiap huruf, seperti garis vertikal pada huruf 'n' di atas, diperlebar agar mampu menampung lebih banyak tinta. Hasilnya, huruf-huruf tersebut tampak lebih gelap saat dicetak, sehingga kontrasnya dengan kertas menjadi lebih jelas.
Sebaliknya, bagian pertemuan dari guratan-guratan tebal tersebut dibuat lebih tipis. Contohnya pada titik di mana garis vertikal huruf 'n' bertemu dengan serif-nya. Penyesuaian ini mencegah bentuk huruf menjadi kabur, sekaligus memberikan tampilan yang lebih bulat dan mudah dibaca.