NADIKABAR.COM — Sejumlah web jurnal ilmiah milik institusi resmi di Indonesia disusupi iklan judi online (judol). Kasus ini menunjukkan lemahnya sistem keamanan yang menjadikan situs tersebut rentan menjadi sasaran peretasan.
Berdasarkan penelusuran pakar keamanan siber Vaksincom Alfons Tanujaya pada awal Oktober, sebanyak sembilan institusi di delapan provinsi menjadi korban penyusupan iklan judol. Seluruh situs terdampak menampilkan merek judol yang sama dengan pola kalimat serupa.
Menurut Alfons, pelaku dengan sengaja memanfaatkan kredibilitas domain kampus yang sering dikunjungi dan dijadikan rujukan ilmiah. Domain-domain tersebut memiliki reputasi yang kuat di mesin pencari sehingga mampu menjadi wadah iklan yang efektif.
Tujuh dari sembilan kasus yang ditemukan terjadi di situs jurnal ilmiah dan repositori karya ilmiah.
Situs jurnal merupakan situs yang wajib dimiliki setiap kampus dan dikelola oleh masing-masing fakultas. Situs semacam ini menjadi rentan ketika tidak dikelola dengan baik.
Alfons tidak menyebut nama institusi terkait secara langsung, melainkan hanya menyebut daftar sembilan institusi beserta lokasi dan jenis situs yang terdampak sebagai berikut.