Ade Jona mengatakan meski begitu Indonesia tetap memiliki modal ekonomi yang kuat untuk mendorong manufaktur kembali meningkatkan ekspansi. Sehingga HIPMI mendorong agar penguatan pasar domestik dapat berjalan beriringan dengan perbaikan daya saing dari sisi biaya produksi, energi, logistik, akses pembiayaan, ketersediaan bahan baku, produktivitas, hingga kepastian berusaha.

"Yang perlu kita jaga adalah pasar dan daya saingnya. Industri membutuhkan permintaan yang kuat, tetapi pada saat yang sama biaya untuk memproduksi barang di Indonesia juga harus semakin kompetitif. Kalau dua sisi ini berjalan bersama, kita optimistis manufaktur Indonesia punya ruang yang sangat besar untuk terus tumbuh," katanya.

Menurut Ade Jona, penguatan manufaktur juga harus disertai dengan penguatan rantai pasok domestik. Investasi industri yang masuk perlu semakin terhubung dengan pengusaha di dalam negeri, termasuk pengusaha muda dan pengusaha daerah yang memiliki kemampuan untuk menjadi pemasok maupun mitra industri.