"Proses mengubah suara dengan data mirip dengan menyusun musik dari sebuah partitur," demikian penjelasan ESA mengenai proyek tersebut, seperti dikutip dari Science Alert.

Bedanya, 'partitur' nada ini berasal dari perubahan medan magnet planet yang terjadi puluhan ribu tahun lalu. Untuk membuat hasilnya lebih mudah dibayangkan, rekaman suara alami seperti kayu yang berderit dan batu yang bertabrakan digunakan dalam proses sonifikasi. Hasil akhirnya terdengar seperti suara asing dan bergemuruh.

Di balik suara yang menyeramkan tersebut terdapat peristiwa geologi yang sangat penting. Medan magnet Bumi dihasilkan terutama oleh gerakan logam cair yang sangat panas di inti luar planet, sekitar 3.000 kilometer di bawah permukaan. Gerakan material tersebut menghasilkan arus listrik yang kemudian membentuk medan magnet Bumi.

Medan magnet ini berfungsi seperti perisai yang membantu melindungi Bumi dari partikel bermuatan dan radiasi yang datang dari luar angkasa. Ketika peristiwa Laschamps terjadi, perlindungan tersebut melemah secara ekstrem. Menurut rekonstruksi ilmiah, kekuatan medan magnet Bumi sempat turun hingga sekitar 5% dari kekuatan saat ini. Peristiwa pembalikan atau perubahan orientasi medan tersebut berlangsung sekitar 250 tahun, kemudian medan berada dalam orientasi yang tidak biasa selama sekitar 440 tahun.

Data dari inti es dan sedimen laut juga menunjukkan peningkatan isotop berilium-10 pada periode tersebut. Isotop ini terbentuk ketika sinar kosmik berinteraksi dengan atmosfer, sehingga peningkatannya menjadi petunjuk bahwa lebih banyak radiasi kosmik mencapai atmosfer Bumi.