"Perisai radiasi kosmik kita benar-benar hilang," kata Ilmuwan Bumi Chris Turney, yang meneliti penanggalan peristiwa tersebut.

Pembalikan kutub magnet sebenarnya merupakan fenomena alami dalam sejarah Bumi. Catatan paleomagnetik menunjukkan kutub magnet Bumi telah mengalami pembalikan berkali-kali. NASA mencatat terdapat 183 pembalikan dalam 83 juta tahun terakhir, sementara jarak waktunya sangat bervariasi.

Namun, suara dari Laschamps bukan pertanda bahwa peristiwa serupa akan segera terjadi. Medan magnet Bumi memang terus berubah. Kutub magnet utara juga terus bergerak, sementara wilayah South Atlantic Anomaly memiliki medan magnet yang relatif lemah. Tetapi perubahan tersebut tidak otomatis berarti Bumi sedang menuju pembalikan kutub dalam waktu dekat.

Justru karena itulah rekonstruksi Laschamps penting. Dengan mengubah data masa lalu menjadi sesuatu yang dapat 'didengar', ilmuwan memiliki cara lain untuk menggambarkan bagaimana medan magnet planet berubah dari waktu ke waktu.