Suhu ruangan juga perlu diatur agar tidak terlalu panas ataupun dingin. Lakukanlah hal tersebut karena lingkungan tidur yang kurang nyaman bisa membuat penderita insomnia sering terbangun di malam hari.

Jadwal tidur yang berubah-ubah seperti jet lag, shift kerja, atau karena bepergian ke luar negeri bisa mengganggu jam biologis tubuh.

Tubuh membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Perubahan jadwal yang membuat ritme tidur tidak teratur dan meningkatkan risiko insomnia.

Stanford Medicine menjelaskan bahwa beberapa obat-obatan bisa menyebabkan gangguan tidur. Contohnya seperti antidepresan, obat flu, steroid, hingga obat penurun badan. Mengonsumsi obat tidur juga dapat mengganggu kualitas tidur dalam jangka panjang.

Penyakit tertentu juga bisa menyebabkan rasa tidak nyaman yang membuat tidur menjadi terganggu. Kurang tidur dapat menghambat proses pemulihan tubuh yang dapat memperburuk kondisi tersebut.