Mengonsumsi minuman berkafein seperti kopi, teh, minuman ringan atau soft drink, dan minuman berenergi dapat merangsang otak untuk aktif terbangun. Mengonsumsinya mendekati waktu tidur akan memperburuk kualitas tidur.

Alkohol pada awalnya bisa membuat seseorang cepat mengantuk, tetapi zat dalam alkohol mampu mengganggu waktu tidur karena seseorang akan sering terbangun di malam hari.

Nikotin dalam tembakau merupakan stimulan yang bisa membuat seseorang tetap terjaga hingga kesulitan tidur.

Beberapa penyakit bisa menyebabkan insomnia, termasuk asma, asam lambung, penyakit jantung, obesitas, menopause, kanker, nyeri kronis, gangguan pernapasan.

Gejala dari penyakit tersebut bisa menjadi penyebabnya. Penyakit di atas mungkin menyebabkan timbulnya rasa sakit dan sering buang air kecil yang membuat seseorang terbangun berkali-kali di malam hari.