NADIKABAR.COM — Atlet para atletik Indonesia I Kadek Dwi Purwana Yasa mengungkapkan akan pindah ke nomor lempar lembing setelah meraih emas nomor lempar cakram putra F57 Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.
"Setelah (Asian Para Games) ini saya pindah ke lempar lembing karena di Paralimpiade tidak memainkan nomor lempar cakram," kata I Kadek Dwi Purwana Yasa saat ditemui sesuai pertandingan di Nagoya City Mizuho Park Athletic Stadium, Nagoya, Jepang, Selasa.
Yasa meraih emas Asian Para Games setelah membukukan lemparan sejauh 49,75 meter, mengungguli pesaing terdekat Yorkinbek Odilov dari Uzbekistan dengan 45,10 meter dan wakil Irak Hussein Khazaee dengan 45,06 meter.
Selain mengantongi emas, catatan lemparan atlet muda Indonesia itu juga memecahkan rekor dunia yang ia bukukan sebelumnya dengan lemparan sejauh 48,68 meter dalam kejuaraan di Meksiko pada Juli 2026.
Atlet berusia 18 tahun itu mengaku puas dengan pencapaiannya sebagai debutan pada pesta multicabang olahraga penyandang disabilitas terbesar Asia.
Ia mengatakan setelah bersaing di Nagoya, ia akan bersiap menuju level kompetisi yang lebih tinggi yaitu Paralimpiade Los Angeles 2028.
Peralihan nomor itu menjadi tantangan baru bagi Yasa. Ia perlu mempersiapkan diri untuk nomor lempar lembing, yang memiliki teknik, karakteristik gerakan, dan kebutuhan latihan berbeda dibandingkan dengan lempar cakram.
Bagi Yasa, Asian Para Games dan pencapaiannya dalam ajang itu menjadi batu loncatan yang penting, meskipun ia akan berjuang di nomor lain dalam persaingan menuju Paralimpiade.
Ia mengaku tidak merasa khawatir untuk berproses dengan nomor baru dan siap melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk bersaing di panggung multicabang olahraga penyandang disabilitas terbesar dunia.
Perjalanan menuju Los Angeles 2028 akan menjadi ujian berikutnya bagi Yasa yang kini bersiap meninggalkan nomor lempar cakram untuk mengejar prestasi di nomor lempar lembing.