Sebuah tinjauan terhadap 16 penelitian menemukan bahwa orang dewasa dengan gangguan penggunaan alkohol mengalami perbaikan daya ingat, perhatian, fungsi eksekutif, dan persepsi setelah berhenti mengonsumsi alkohol selama enam hingga 12 bulan.

Ahli gizi Erin Person, M.S., RD, menjelaskan bahwa berhenti mengonsumsi alkohol dapat membantu pemulihan fungsi otak secara bertahap, antara lain dengan mengurangi peradangan yang berkaitan dengan kerusakan sel otak.

Selain memengaruhi daya ingat, alkohol juga dapat mengganggu kualitas tidur. Meski minuman beralkohol terkadang membuat seseorang lebih cepat terlelap, tidur dapat menjadi terputus-putus dan menyebabkan seseorang lebih mudah terbangun pada malam hari.

Alkohol juga mengganggu fase tidur REM (rapid eye movement), yaitu tahap tidur yang berperan dalam pembentukan ingatan, fungsi kognitif, dan pengaturan emosi. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi dua takaran standar alkohol saja dapat mengganggu fase tersebut.