NADIKABAR.COM — Perum BULOG siap mengambil peran sebagai penyangga pasokan jagung nasional melalui penguatan kemitraan antara petani, koperasi, dan peternak ayam petelur. Langkah ini ditujukan untuk memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga ketersediaan bahan baku pakan dengan harga terjangkau bagi peternak.

Komitmen tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan bagi Peternak Layer melalui Kemitraan dengan Petani Penerima Bantuan Benih Jagung di Kementerian Pertanian RI. Rapat tersebut dihadiri Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani bersama jajaran direksi BULOG.

Dalam rapat tersebut, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya menjaga keseimbangan kepentingan petani dan peternak melalui ekosistem kemitraan yang terintegrasi. Menurutnya, hasil panen petani harus tetap memiliki pasar ketika produksi jagung melimpah agar harga tetap terjaga dan usaha petani dapat berkelanjutan.

"Di sinilah BULOG kita siapkan sebagai penyangga yang dapat menyerap kelebihan produksi, mengelola cadangannya, dan menyalurkannya kembali ketika peternak membutuhkan. Kita dahulukan kepentingan petani dan peternak Indonesia agar keduanya terlindungi dan usaha mereka terus berjalan," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Selasa (27/10/2026).

Menurutnya, untuk mendukung skema tersebut, pemerintah mendorong pembentukan kemitraan berbasis koperasi yang menghubungkan petani jagung sebagai produsen dengan peternak sebagai pengguna bahan baku pakan.

Pengembangan lahan seluas 300 ribu hektare dengan asumsi produktivitas rata-rata tujuh ton per hektare diproyeksikan menghasilkan 2,1 juta ton jagung per tahun. Dari proyeksi produksi tersebut, sekitar 1,8 juta ton diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pakan peternak melalui koperasi dan kelompok peternak.