NADIKABAR.COM β Kesibukan pekerjaan dan aktivitas sehari-hari sering membuat waktu untuk diri sendiri berada di urutan terakhir. Padahal, menjaga kondisi tubuh dan pikiran tidak selalu membutuhkan waktu lama atau kegiatan yang mahal.
Dalam kehidupan sehari-hari, self-care dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti tidur cukup, mengonsumsi makanan sehat, aktif bergerak, dan tetap terhubung dengan orang lain. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan kebiasaan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan.
Lantas, bagaimana cara melakukannya di tengah kesibukan? Ini penjelasannya.
1. Sisihkan waktu untuk beristirahat
Istirahat sering kali menjadi hal pertama yang dikorbankan ketika pekerjaan sedang menumpuk. Padahal, memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat merupakan bagian penting dari menjaga kesehatan.
Tidak harus menunggu libur panjang. Berhenti sejenak dari pekerjaan, mengambil waktu makan dengan tenang, atau tidur lebih teratur bisa menjadi langkah sederhana yang dilakukan setiap hari.
WHO juga memasukkan tidur yang cukup sebagai salah satu kebiasaan yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan.
Bagi orang yang sebagian besar waktunya dihabiskan di depan komputer atau duduk bekerja, menyempatkan diri untuk bergerak bisa menjadi bentuk perawatan diri yang sederhana.
Tidak harus selalu pergi ke pusat kebugaran. Berjalan kaki, naik turun tangga, melakukan peregangan, atau mengerjakan pekerjaan rumah juga termasuk aktivitas fisik.
WHO menyebut aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mencegah dan mengelola sejumlah penyakit tidak menular, sekaligus mendukung kesehatan mental, kualitas hidup, dan kesejahteraan. Namun, secara global sekitar satu dari tiga orang dewasa masih belum melakukan aktivitas fisik yang cukup.
3. Perhatikan makanan yang dikonsumsi
Kesibukan terkadang membuat seseorang memilih makanan yang praktis tanpa terlalu memperhatikan kandungannya. Padahal, pola makan sehari-hari ikut berperan dalam menjaga kondisi tubuh.
WHO menyebut pola makan sehat dapat membantu melindungi tubuh dari berbagai bentuk malnutrisi serta penyakit tidak menular, termasuk diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker. Pola makan sehat pada dasarnya menekankan kecukupan, keseimbangan, moderasi, dan keberagaman makanan.
Karena itu, tidak perlu langsung mengubah seluruh pola makan. Bisa dimulai dengan memperbanyak makanan bergizi, memilih makanan yang lebih beragam, dan mengurangi konsumsi makanan yang tinggi gula, garam, atau lemak tidak sehat.
4. Beri jeda dari aktivitas yang membuat pikiran penuh
Selain tubuh, pikiran juga membutuhkan waktu untuk beristirahat. Setelah berjam-jam bekerja atau beraktivitas, seseorang bisa mengambil jeda untuk melakukan hal yang membuat lebih rileks.
Membaca buku, mendengarkan musik, berjalan santai, melakukan hobi, berbincang dengan orang terdekat, atau sekadar duduk tanpa memikirkan pekerjaan untuk beberapa saat bisa menjadi pilihan.
WHO memasukkan hubungan dengan orang lain sebagai salah satu contoh kebiasaan yang mendukung kesejahteraan. Artinya, menjaga hubungan sosial juga dapat menjadi bagian dari upaya merawat diri.
Merawat diri bukan berarti harus menyelesaikan semua persoalan sendirian. Ada kalanya seseorang membutuhkan bantuan orang lain, baik untuk urusan sehari-hari maupun ketika menghadapi masalah kesehatan.
WHO menegaskan bahwa praktik perawatan diri tidak dimaksudkan untuk menggantikan sistem kesehatan atau tenaga kesehatan, melainkan melengkapinya. Karena itu, ketika muncul keluhan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan, berkonsultasi dengan tenaga profesional tetap penting.
Pada akhirnya, merawat diri di tengah kesibukan tidak harus dilakukan dengan perubahan besar. Menyediakan waktu untuk istirahat, bergerak, memperhatikan makanan, mengambil jeda, dan mencari bantuan ketika diperlukan bisa dimulai sedikit demi sedikit.
Yang terpenting bukan seberapa banyak waktu yang dimiliki, tetapi bagaimana waktu yang ada digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran.