Keributan berlanjut hingga sekitar lima orang, termasuk Pratu Feriskal, diduga ikut memukuli terdakwa.

Sekuriti kafe, Rangga Adiputra, berusaha melerai, tetapi terjatuh dan menimpa punggung kanan terdakwa sehingga tubuhnya terkunci.

Dalam kondisi terjatuh dan masih menerima pukulan, terdakwa mengambil senjata api rakitan yang dikalungkan di lehernya. Oditur menyebut terdakwa kemudian mengarahkan senjata ke perut korban yang sedang membungkuk memukulinya. Penembakan itu terjadi dalam jarak dekat.

"Dari jarak sekitar setengah meter, terdakwa menarik pelatuk menggunakan tangan kiri," jelas oditur dalam dakwaan.

Dia bilang tembakan tersebut mengenai bagian kanan atas perut Pratu Feriskal. Korban kemudian mundur menjauh.

Lalu, seorang pelayan kafe berusaha merebut senjata dengan memiting leher terdakwa, tetapi terdakwa tetap mempertahankannya dan memindahkan senjata dari tangan kiri ke tangan kanan.