MPXL menyiapkan ekspansi ke bisnis angkutan batu bara menggunakan kapal tongkang. Rencana tersebut ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.

Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan bisnis MPXL yang juga tengah mengembangkan perdagangan batu bara melalui PT Tambang Raya Sejahtera.

Kinerja MPXL pada semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan pendapatan. Perseroan membukukan pendapatan Rp73,12 miliar, naik 28,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp56,77 miliar.

Segmen jasa ekspedisi menjadi penyumbang pendapatan terbesar dengan nilai Rp50,98 miliar. Angka tersebut meningkat 54,50% secara tahunan.

MPXL menyebut realisasi bisnis hingga saat ini telah mencapai sekitar 85% dari target yang ditetapkan untuk 2026. Namun, aktivitas perdagangan batu bara masih menghadapi tantangan berupa pembatasan RKAB pada sejumlah tambang di Sumatera Selatan dan Kalimantan.

Jika ekspansi angkutan menggunakan kapal tongkang berjalan sesuai rencana, MPXL akan mengembangkan kegiatan logistik dari sisi perdagangan hingga transportasi batu bara. Bisnis tersebut juga ditargetkan menjadi sumber pendapatan baru mulai 2027.

BMRI akan membagikan dividen tunai interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp66 per saham. Dengan jumlah saham beredar sekitar 93,33 miliar lembar, total dividen interim yang disiapkan mencapai sekitar Rp6,16 triliun.

Pembagian dividen tersebut setara dengan dividend payout ratio sebesar 20,26% dari laba bersih Bank Mandiri pada semester I 2026. Sementara itu, saham BMRI pada perdagangan Senin (7/9/2026) ditutup di level Rp4.390 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen interim Rp66 per saham menghasilkan dividend yield sekitar 1,50%.

Cum date dividen untuk pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 15 September 2026. Adapun pembayaran dividen dijadwalkan pada 2 Oktober 2026.

BFIN - Buy 1005-1015 | TP 1025-1035 | SL 950