RANS membukukan pendapatan Rp149 miliar pada paruh pertama 2026. Angka tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp171,60 miliar.

Penurunan pendapatan RANS tim redaksi lain berasal dari bisnis konten media sosial yang turun menjadi Rp42,31 miliar dari Rp52,35 miliar. Pendapatan dari brand ambassador dan talent management juga turun menjadi Rp19,37 miliar, dibandingkan Rp36,53 miliar pada 1H25.

Meski pendapatan mengalami penurunan, RANS mencatat laba bersih Rp23,76 miliar. Laba tersebut naik 10,99% secara tahunan dari Rp21,40 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan laba tersebut didukung oleh efisiensi serta penurunan beban. Dengan demikian, peningkatan laba RANS pada periode tersebut lebih berkaitan dengan perbaikan struktur biaya dibandingkan kenaikan pendapatan operasional.

Dari perdagangan saham, RANS ditutup di atas EMA 21 dengan peningkatan volume. Secara teknikal, saham RANS memiliki ruang pergerakan menuju Rp228.

CBUT mencatat perubahan kinerja pada semester I 2026. Pendapatan perusahaan mencapai Rp9,27 triliun, naik 39,20% dibandingkan Rp6,66 triliun pada 1H25.

Beban pokok penjualan ikut meningkat 25,20% menjadi Rp7,24 triliun dari Rp5,78 triliun. Namun, kenaikan pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan beban pokok penjualan turut mendorong peningkatan laba bersih.

Laba bersih CBUT tercatat Rp169,66 miliar, melonjak 301,90% secara tahunan dari Rp42,40 miliar. Perbedaan pertumbuhan tim redaksi pendapatan dan laba menunjukkan adanya perubahan pada profitabilitas dan operating leverage perusahaan.

Ekspansi pasar ekspor menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kinerja CBUT pada 2026. Dari sisi teknikal, saham CBUT berpotensi bergerak menuju Rp1.080 setelah menembus area resistance Rp890.

MAPA - Buy 690-700 | TP 710-720 | SL 655