NADIKABAR.COM — Pencuri melakukan perampokan besar-besaran terhadap peralatan AI berharga fantastis. Mereka menggunakan taktik digital canggih dan aksi bak film laga untuk membawa kabur kargo senilai jutaan dolar yang sedang dalam perjalanan menuju lokasi proyek data center.
Menurut NBC News, sindikat penjahat menggasak perangkat data center senilai lebih dari USD 100 juta (Rp 1,8 triliun) sejak Juni, menggunakan akun hasil peretasan, SIM palsu, dan manipulasi koordinat GPS dalam melancarkan aksinya.
Dikutip NadiKabar dari NY Post, barang rampasan meliputi chip semikonduktor mahal, kabel serat optik, server, kabel tembaga, hingga mesin penambang bitcoin.
Maraknya kejahatan ini terjadi di tengah gencarnya perusahaan menggelontorkan miliaran dolar demi mempercepat pembangunan data center AI. Sejak 2025, hampir dua lusin pencurian kargo dilaporkan di beberapa negara bagian Amerika Serikat, termasuk California, Texas, dan Utah.
"Ini ibarat mencuri emas batangan murni. Jauh lebih mudah mencuri barang ini daripada merampok bank," ujar Keith Lewis, kepala di perusahaan penilai risiko pencurian kargo Verisk CargoNet.
Laporan tersebut menyebut para penjahat meretas akun pialang kargo di situs pengiriman, lalu menggunakan akses itu untuk menawarkan muatan fiktif demi memancing perusahaan angkutan truk yang sah.