Menurutnya, sikap saling menghormati kontrak yang sudah ada merupakan hal yang baik bagi hubungan kedua negara. Baik itu terhadap kredibilitas dan daya saing ekonomi kedua negara.

"Jika Anda mencermati dengan saksama pernyataan yang telah disampaikan oleh Perdana Menteri Wong, Menteri Tan, serta para menteri Indonesia, Anda akan menyadari bahwa sebenarnya terdapat komitmen bersama terhadap prinsip saling menghormati terhadap kontrak, dan itu merupakan hal yang baik," kata Vivian.

"Jadi, semua pihak memahami bahwa ada alasan mengapa tanda tangan dan kewajiban kontraktual itu penting, dan hal tersebut melampaui persoalan yang sedang dibahas. Hal itu berkaitan dengan kredibilitas dan daya saing perekonomian kedua belah pihak. Jadi, saya menyambut baik hal tersebut," sambungnya.

RI Pangkas Pasokan GasSebagai informasi, Indonesia beberapa waktu lalu telah memangkas eskpor gas ke Singapura. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menjelaskan total ekspor gas pipa Indonesia ke Singapura mencapai 409,55 BBTUD.