Pasokan tersebut berasal dari dari dua wilayah, yakni Laut Natuna dan Sumatera. Dari jumlah itu, Indonesia hanya memangkas sebesar 31 BBTUD atau sekitar 8% dari total ekspor tersebut.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri ESDM itu mengatakan pengurangan eskpor gas ke Singapura dilakukan karena dua faktor. Pertama, adanya pemeliharaan fasilitas. Kedua, yakni meningkatnya kebutuhan gas dalam negeri.

"Dan ini terjadi karena pertama adalah terjadi pemeliharaan, shutdown. Yang kedua adalah memang ada kebutuhan domestik," ujar Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2026) yang lalu.