"Ya kita tahu bahwa harga dunia sekarang kan lagi, tidak dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang sudah mencapai US$ 100 lebih, US$ 100 lebih per barel. Jadi pasti berdampak pada harga nasional, di mana harga subsidi kita tidak ada kita naikkan. Jadi pasti orang akan memilih ke sana," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (17/9/2026).
Dia mengimbau bagi pihak yang sudah mampu, apalagi yang memiliki kendaraan mewah, jangan menggunakan BBM subsidi yang diperuntukkan bagi orang yang membutuhkan.
"Tapi maksud saya adalah, saudara-saudara kita yang mampu, yang memakai mobil bagus, ya tolonglah, subsidi ini kan untuk saudara-saudara kita yang berhak menerimanya," kata Bahlil.