"Ini tentunya masih ada sisa waktu dua bulan. Kami optimis melalui beberapa skenario lifting yang baru tentunya akan terus diupayakan untuk mendekatkan kepada target lifting 2026 tersebut," ujar Desti dalam konferensi pers FOREK Hulu Migas 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (20/10).

Desti menjelaskan target minyak nasional dari tahun ke tahun memang selalu dituntut naik. Menurut dia, ini karena kebutuhan energi dalam negeri juga meningkat.

"Peningkatan kebutuhan tentunya harus ditopang adanya produksi dari suatu wilayah kerja yang dikelola oleh SKK Migas bersama dengan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS)," ujar Desti.